Entertaint v. Fisikly

20.59.00 Jino Jiwan 2 Comments

-->
“Gue kan kerja di bidang ENTERTAIN gitu…” Begitu ucap seseorang dengan entengnya. Coba berapa kali anda mendengar kalimat ini?
Kata ‘entertain’ yang berasal dari koleksi bahasa Inggris dan salah kaprah ini sering sekali diucapkan, sehingga seolah-olah baik-baik saja dan benar. Bukan hanya oleh selebriti dalam negeri yang hobi seliweran di acara gosip (mereka paling sering mengucapnya!) tapi peserta acara Take Me/Him Out yang populer itu juga termasuk tersangka yang ikutan latah. Karena populer di telingalah, kata yang salah inipun jadi sering dipakai di dunia orang biasa yang merasa dekat dengan dunia ‘entertain’ dan menerimanya sebagai bahasa gaul yang dipikirnya keren (Ghheetooo Loh…).
Padahal JIKA MAU dilihat dalam kamus bahasa Indonesia pun kata ‘entertain’ tidak akan ditemukan—kalaupun ada, yakin deh itu bakal ditulis sebagai kata serapan (yang ngawur) DAN dalam konteks bahasa Inggris pun penggunaan kata ‘entertain’ pada kalimat di atas jelas SALAH!
Menurut kamus Bahasa Inggris-Indonesia nya John M Echols dan Hassan Shadily yang ikonik itu, Entertain berarti Menghibur. Jadi kalau digabungkan dengan kalimat di atas akan terbentuk seperti ini: “Gue kan kerja di bidang menghibur gitu…”. Yang dimaksud dari kata ‘entertain’ itu adalah HIBURAN, tapi HIBURAN sebagai kata benda itu sendiri bukan terjemahan dari entertain dalam bahasa Inggris. Jika memang tetap ngotot ingin mengoplos bahasa Inggris (biar kedengaran keren) dengan bahasa Indonesia. Mulailah menggunakan kata “ENTERTAINMENT” yang lebih pas dengan konteks yang dimaksud. Biarpun campur-campur, yang penting masuk.
Jadi kenapa tidak menggunakan kata “hiburan” saja? Supaya bener sekalian. Mungkin…karena terdengar kurang…gimana ya? Kurang keren gitu. Kata “hiburan” mungkin terkesan murahan. Kata “hiburan” hanya untuk rakyat kecil, seperti pasar malam atau dangdutan. Kata “hiburan” berkonotasi buruk, karena ada istilah “wanita penghibur” tapi belum ada istilah “wanita entertain”.
Yang kedua, adalah kata “FISIKLY”.
Berapa kali anda mendengar kata ini dipadukan dengan kalimat seperti, “Mmm…secara FISIKLY dia ini cantik ya, putih, tinggi…” dst. Fisikly?
Tidak diragukan lagi kata Fisik, berarti bentuk perawakan, diambil dari bahasa Inggris Physique yang berarti sama. Yang salah di sini adalah penggunaannya yang lebay alias berlebih-lebihan dan terdengar aneh.
Fisikly (entah dari mana imbuhan –kly berasal) maksudnya diambil dari bahasa Inggris yang jika ditilik dari artinya mungkin padanan kata yang dimaksud adalah Physiqcal berarti “secara fisik” atau “jasmaniah”. Sebab kata Physiqly tidak ada dalam bahasa Inggris.
Jadi kenapa tidak mengutarakan apa yang maksud menggunakan versi bahasa Indonesianya saja? Misal: “Secara fisik dia ini cantik ya, putih, tinggi, bla, bla…”. Toh masih enak di kuping. Sebab jika yang dimaksud Fisikly adalah Physiqcal maka artinya kurang lebih seperti ini: “Secara secara fisik dia ini…bla bla”
Bagi yang tidak mau terseret arus sesat ini pun akhirnya maklum dan langsung mengerti apa yang dimaksud oleh si pengucap ‘ENTERTAIN’ maupun ‘FISIKLY’ tadi dan masih banyak lainnya, karena semakin terbiasa. Semula mungkin berusaha menolak dan membetulkan. Tapi akhirnya, lama-lama bisa menerima juga karena menganggap itu bagian dari tren. Padahal nasib bahasa Indonesia dipertaruhkan di atas generasi selanjutnya yang kemudian cenderung berkompromi menerima kekacauan bahasa. Waduuhh…

Diketik : Jino Jiwan
buat bebasngetik pada 5 Juli 2010

2 komentar:

Imo Delaki mengatakan...

Ngomongin bahasa dan peristilahan,baik dari sisi etimologi ataupun dari ilmu mengenai batasan atau definisi istilah (terminologi) semua menyampaikan maksud atau maknanya tersendiri. Kenapa gelas tidak disebut dengan pingky, ya biar lucu lah dikit? Tapi ada juga yg pas seperti tikus/mouse, ketika kita menyebutkan 2 bahasa tersebut bibir kita ikutan monyong seperti halnya wujud tikus yg monyong, pas kan? Bener gak? Coba aja, seolah-olah 2 bahasa tersebut mampu merepresentasikan dan memverbalisasikan wujud kedalam teks atau bahasa (kata). Kebanyakan tidak juga seperti itu malah, ya namanya manusia suka seenaknya ngasih nama pada sesuatu apapun, benda apapun atau hal apapun. Jd tidak menutup kemungkinan bahsa tren pun akan mendunia, meskipun awalnya terkesan salah kaprah, tetapi kesalahan akan mnjadi kebenaran setelah ada kesepakatan bersama (pengakuan, peresmian, legalitas) misal; kata FISIKLY akan muncul nanti di kamus bhs indonesia setelah diresmikan para pakar bahasa atau org yg memiliki otoritas dibidang bahasa indonesia. Terpenting bahsa atau kata tersebut tidak mengalami penyempitan makna apalagi peyorasi. So..ksimpulannya sah² aja ya bung ;)

Bebas Ngetik mengatakan...

"hal apapun...akan mnjadi kebenaran setelah ada kesepakatan bersama...kata FISIKLY akan muncul nanti di kamus...setelah diresmikan para pakar bahasa atau org yg memiliki otoritas."

Nah, ini yang menarik. Ada "kesepakatan bersama" dan "otoritasi dari orang yang ngerasa (dan kita percaya) sebagai ahli." Kok bisa kita setuju-setuju saja hanya karena orang lain melakukannya? Hanya karena ada (misalnya nanti ada) otoritasi. Itu kan tidak lantas membuatnya jadi baik-baik saja.

"Terpenting bahsa atau kata tersebut tidak mengalami penyempitan makna apalagi peyorasi"

Setuju dengan pendapat ini, tapi penyempitan makna itu memang terjadi.