Tren Kopi Botolan

20.55.00 Jino Jiwan 0 Comments

Setelah tren white coffee mulai surut—meskipun masih ada saja produsen yang mengeluarkan produk baru, bahkan beriklan di tv untuk mencoba menginformasikan apa sih definisi sebenarnya dari white coffee—kali ini hadir jenis produk kopi-kopian yang sepertinya sedang serta akan menjadi tren: minuman kopi siap minum dalam kemasan botol. Dan sebagaimana umumnya, yang namanya tren pasti akan meluas dan melibatkan banyak pemain, termasuk pemain-pemain besar dunia perkopian.

Minuman kopi botolan muncul setelah terlebih dahulu kopi siap minum hadir dalam kemasan kotak (model semacam Tetra Pak) yang akrab digunakan oleh produk susu UHT, serta kemasan kaleng yang lazim dipakai minuman ringan karbonasi. Bedanya, adalah varian rasanya untuk sementara tidak merambah ke kopi ‘berat’ (alias seduhan kopi murni/espresso). Kebanyakan kopi botolan bermain di kopi latte (alias kopi-susu). Jadi barangkali ada hubungan dengan tren white coffee (alias susu-kopi) yang pernah marak sebelumnya.

Sekarang kita jadi tahu kepada siapa produk-produk ini ditujukan. Yap! Bukan pada penggila kopi sejati yang sudah kecanduan kafein atau mereka yang beranggapan kopi-susu bukan buat para ‘pemberani’. Silakan amati kemasannya yang cenderung menjual sesuatu yang ‘ringan’ bin creamy. Hal ini tampak dari pemilihan warna yang didominasi coklat muda-coklat tua dan atau putih, padahal mereka ini jelas bukan susu coklat.

Setidaknya ada lima merek yang kelihatannya bersaing di sini. Berdasarkan penelusuranku dari toko satu, ke minimarket lain. Berhasil dikumpulkan merek Kopiko 78°C, Good Day (dengan Funtastic Mocacinno & Tiramisu Bliss), De’Koffie (original, mocha, latte), Caféla Latte, dan belakangan yang sudah hadir iklan tv-nya, Nescafe Smoovlatte.

Sebagai catatan saja Kopiko 78°C diproduksi oleh PT Tirta FresIndo Jaya (Mayora), Good Day diproduksi oleh PT Hokkan, De’Koffie diproduksi oleh PT Triteguh Manungal Sejati untuk PT Suntory, Caféla Latte diproduksi di Thailand dan diimpor oleh Indofood Asahi, Nescafe Smoovlatte juga diproduksi di Thailand dan diimpor oleh Nescafe untuk Indonesia.

Dari pengamatanku merek Kopiko 78°C adalah yang pertama hadir di toko. Aku tidak yakin apa mereka yang pertama kali mengeluarkan produk kopi dalam botol, tapi yang jelas setelah produk Kopiko, tren minuman kopi siap minum selain kemasan kotak pun menyeruak.


Kurasa tidak perlu terlalu berpanjang-lebar mengupas soal rasa dari produk-produk ini. Karena sudah banyak blog lain yang secara detail melakukannya. Dari segi rasa, Kopiko 78°C memang istimewa. Bahkan belum bisa dikalahkan oleh Nescafe Smoovlatte yang menurut lidahku berada di peringkat kedua atau ketiga. Yah, rasa tidak bisa bohong walaupun harga Nescafe Smoovlatte lebih mahal. Ternyata buatan luar negeri belum tentu cocok untuk lidah lokal. Nescafe Smoovlatte bagiku kurang manis, walau memang itulah yang dijual oleh Nescafe, yaitu less sugar coffee atau semacam itu. Lagi pula tidak ada yang hebat dari pelabelan “Minuman Kopi Susu Lembut dan Beraroma Smooth..,” karena perbedaannya dengan produk lain yang kutuliskan di sini tidaklah banyak. Buat penyuka kopi yang tidak terlalu manis pasti akan cenderung memilih yang satu ini.



Produk lain yang bermain di kopi botolan adalah Caféla Latte dari Indofood Asahi. Rasa manisnya lebih terasa dibanding Nescafe Smoovlatte. Jika diminta memilih mana yang lebih enak. Agak sulit menentukan, karenanya aku cenderung memberi posisi yang setara antara Nescafe Smoovlatte, Caféla Latte, dan De’Koffie Latte.

Sementara De’Koffie yang iklannya dibintangi Rio Dewanto, varian Latte-nya mengungguli De’Koffie Mocha, apalagi yang Original. Secara keseluruhan De’Koffie terasa agak masam. Apa memang begini rasa kopi asli Indonesia? Bukan berarti tidak enak sih, tapi kesan itulah yang tertinggal di lidah. Entah apa itu yang dimaksud dengan “Kaya Rasa Kopi” (“Rich Coffee Taste”), yang menurut keterangan di kemasannya bahwa produk ini “diproses dengan pemulihan aroma kopi”. Tapi yang menarik adalah hadirnya ampas lembut kopi dalam De’Koffie sehingga membuatnya bagai kopi asli (non-instan) seduhan sendiri.

Produk Good Day, sebaliknya. Terasa sangat ‘Indonesia’. Indonesia gimana maksudnya? Maksudku kopi Good Day, baik Tiramisu Bliss maupun Funtastic Mocacinno tidak sanggup membekas di lidah selain rasa manis belaka, rasa kopinya sangat ringan dan terbantu oleh aromanya. Bagiku Tiramisu Bliss Coffee sedikit lebih nikmat dibanding Funtastic Mocacinno Coffee.

Melihat banyaknya pemain kopi yang bertarung di kopi botolan, tinggal menanti siapa yang akan bergabung selanjutnya, Kapal Api atau Wings Food mungkin?

(Jino Jiwan)

0 komentar: