Kerokan, sebuah telaah

19.59.00 Jino Jiwan 0 Comments

Adalah sejenis tato temporer tradisional warisan leluhur Bangsa Jawa. Metode tato ini boleh dibilang tidak manusiawi karena diterapkan pada orang yang sedang menderita sakit demam tropis (alias masuk angin, aka. The wind that enters your body, udah kayak judul film aja nih)

Pertama-tama korban diminta menanggalkan pakaiannya lalu seorang ‘algojo’ akan mengoleskan balsem atau minyak angin merek tertentu dengan aroma mengerikan pada punggung korban lalu ia akan menggoreskan pola tato menggunakan keping perunggu pada alur balsem tersebut secara membabibuta hingga kulit korban mengelupas dan korban (terutama yang jarang menjalani kerokan) akan menggeliat berteriak-teriak mohon ampun. Tato ini ketika pertama kali digoreskan ke kulit korban berwarna merah darah yang kemudian menjadi kehitaman atau keunguan. Kelihatan persis seperti bekas luka cambukan jika anda pernah kena sabet atau semacamnya.

...konon katanya menyehatkan, penekanan pada kata "konon."

Rata-rata pola tato ini bertahan di kulit selama 2 hingga 3 hari tergantung tingkat keparahan yang ditimbulkan atas ulah sang 'algojo.' Anehnya banyak dari mereka yang pernah merasakan kerokan biasanya akan ketagihan, persis seperti orang yang ditato sungguhan. Lagipula tato kerokan ini murah malah bisa jadi gratis, sehingga tak masalah kalau anda ingin lagi dan lagi. Apalagi jika yang melakukan prosesi kerokan adalah ibu anda sendiri atau istri/suami anda (jika anda sudah menikah) atau pacar anda (itu jika anda punya pacar).

Pola Kerokan yang Dikenal
Meski telah ada sejak zaman dahulu kala sekali namun ajaibnya pola tato pada sistem kerokan jarang sekali berubah, bahkan hingga kini di era posmodern. Biasanya pola kerokan adalah mengikuti alur tulang rusuk sepanjang punggung korban dari tengkuk sampai bokong. Memang ada yang mencoba pola tidak lazim yang aneh-aneh, mungkin disangkanya keren dengan mencoba menulis nama dan entah apa, namun mau sekeren-kerennya yang namanya tato kerokan ya sama saja. Gak layak dibanggain.

Alat yang Diperlukan
Kerokan adalah sistem penatoan yang hanya dapat dikerjakan oleh orang-orang yang telah mahir, karena alat-alat yang digunakan untuk membuat pola kerokan berbeda dengan tato konvensional. Berikut ini alat yang dibutuhkan:

-          Perunggu berbentuk kepingan. Dapat digantikan oleh uang logam, atau medali perunggu (medali emas dan perak tidak boleh digunakan karena eman-eman), atau sendok makan dari perunggu atau bisa pakai kunci motor/mobil, hingga kunci inggris.

-          Balsem atau minyak angin beraroma mengerikan lagi memuakan yang akan menyisakan rasa pedas lagi pedih pada kulit. Zaman dahulu kala sekali yang dipakai adalah Rheumason, namun sekarang sudah biasa memakai Balpirik atau Geliga (Tidak ada maksud beriklan di sini).

Fakta Menarik

Seorang perempuan seseksi apapun akan turun derajatnya jika ia ketahuan memiliki pola tato ini. Sehingga mereka akan berusaha menutupinya sekeras mungkin. Jika anda tiba-tiba melihat seorang cewek super seksi yang biasanya mengenakan pakaian “u bole liat” namun tiba-tiba ia memakai baju kurung (mohon dibedakan dengan baju kurungan) atau jilbab ada kemungkinan ia baru saja di keroki dan pola-pola tato tersebut menyeruak jelas pada kulit mulusnya. 

0 komentar: