Menentukan Jodohmu

17.20.00 Jino Jiwan 0 Comments


Yang disebut jodoh atau tidak berjodoh itu adalah seperti ketika kau akan pergi ke suatu tempat yang menjadi tujuanmu dan kau berusaha untuk mencapainya. Ya, tentu saja kau harus punya tujuan terlebih dahulu, tanpa tujuan yang jelas jangan berharap kau bisa mendapatkan apapun.

Saat pagi hari datang. Kau bisa saja bangun tidur lebih awal atau kau memutuskan untuk pergi mandi nanti saja jam 9 pagi berbarengan dengan jam sibuk orang lain. Mungkin juga kau sudah menyiapkan perbekalan dari semalaman atau tidur kemalaman karena terlalu sibuk dengan rutinitas harian, sehingga belum menyiapkan apapun. Apakah kau akan sarapan dulu dengan segelas kopi hangat dan sepotong sandwich atau malah hanya dengan mie instan setengah matang?

Inilah saat-saat yang akan sangat menentukan dengan siapa saja kau bertemu nantinya, dengan siapa saja kau mungkin berkenalan, atau kejadian apa yang akan kau alami nanti. Itulah yang disebut jodoh.

Ketika kau sudah siap untuk berangkat. Apakah kau akan memeriksa sekali lagi barang-barang bawaanmu? Apakah kau sudah membawa peralatan mandimu sendiri? Apa kau sudah membawa dompet lengkap dengan isinya? Apakah kau tidak lupa membawa charger untuk hpmu? Atau kau termasuk orang spontan dan tidak peduli dengan persiapan? Apakah kau akan memastikan kalau pintu rumah sudah benar-benar terkunci? Kalau kau lupa membawa charger hp. Mungkin kau akan terpaksa membelinya sesampai di tempat tujuan. Mungkin hpmu mati baterainya. Mungkin kau akan meminjam dari orang yang tidak kau kenal sebelumnya. Mungkin kau akan ngobrol dengannya, mungkin pembicaraan kalian berlanjut, mungkin juga tidak.

Saat kau akan berangkat. Apakah kau akan jalan kaki saja lalu naik bus? Naik bus yang penuh sesak atau yang datang belakangan dan agak sepi. Tentu kau akan bertemu orang-orang yang berbeda pula. Apakah sopirnya ugal-ugalan? Di dalam bus kau memutuskan duduk di sebelah mana? Apakah dekat pintu atau di tengah, dekat jendela, atau di belakang? Apa orang yang duduk di sebelahmu terlihat menarik, atau mencurigakan, atau kumal? Apakah dia keren dan ramah lalu mengajakmu bicara, berkenalan, saling basa-basi, tersenyum-senyum, sampai tukar nomor hp? Atau kalau kau sedang sial mungkin kau akan bertemu orang jahat bersenjata minuman dengan obat bius, yang tega merampas barang-barang berhargamu (Audzubillah mindzalik).

Atau, apakah kau akan naik motor saja, atau mobil (itu juga kalau punya). Apakah kau akan mengecek bensinnya, rem, ban, lampu depan belakang sekali lagi? Jika banmu bocor nanti, kau harus menuntun motormu ke tukang tambal ban. Kau akan menanyakan letak tukang tambal ban terdekat. Kau bisa saja menemukannya, bisa juga tidak. Kalau kau naik mobil mungkin akan ada seseorang yang begitu baik hati mau menolongmu menganti ban? Atau mungkin salah pilih jalur, sehingga kena macet bersama ratusan orang lain?

Jika kau nanti berhasil mencapai apa yang menjadi tujuanmu sejak awal tadi. Kau akan menghargai setiap hal yang sudah kau lalui, karena pada akhirnya bukan pencapaian tujuan yang menjadi targetmu, tapi bagaimana kau menjalaninya. Kau akan segera menyadari bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanan. Kau akan menemukan lalu menentukan tujuan barumu.

Semua keputusan yang kau buat, setiap tindakan yang kau ambil, setiap langkah yang kau jejakkan. Akan memberi pengaruh besar terhadap apa yang akan terjadi dalam perjalanan hidupmu. Percayalah tidak ada yang kebetulan. Tuhanlah yang akan mempertemukan kita dengan jodoh kita, tinggal kau saja maukah kau menjemput jodohmu yang sudah di depan mata itu dengan sedikit pengorbanan dan usaha atau akan kau biarkan begitu saja?

Segalanya adalah soal kesempatan dan kemungkinan, ambil atau tinggalkan. Pilihlah yang paling mendekati tujuanmu. Semuanya adalah soal keberuntungan atau kesialan. Pilihlah yang risikonya sanggup kau atasi. Tetaplah berusaha untuk melakukan yang terbaik dan tetaplah berharap untuk selalu mendapatkan yang terbaik. Sekali lagi jodoh tak akan datang begitu saja, jika kau hanya asyik duduk diam menerawang anganmu.


Diketik Jino Jiwan pada 17:57 / 20 April 2009

0 komentar: