Petualangan Ikan Kembung Junior

21.47.00 Jino Jiwan 0 Comments

Di sebuah laut yang dalam (setidaknya menurut para ikan), hiduplah seekor ikan Kembung Junior, atau setidaknya begitulah ia diberi nama karena bapaknya adalah Papa Kembung Senior yang entah sekarang minggat kemana. Kembung Junior hanya tinggal berdua bersama Mama Kembung di bawah steriofom bekas ganjel kulkas yang ketindihan kasur bekas.
Si Kembung Junior yang tangkas

Ikan Kembung Junior adalah ikan yang mbeling tiada tedeng aling-aling. Ada saja polahnya yang tiap hari cuma bikin Mama Kembung susah bukan cakalang.

“Nak, boleh mbeling tapi jangan sekali-kali kau ke permukaan,” Mama Kembung memberi nasihat.
“Kenapa Ma?” Sahut Kembung Junior sambil memamah steriofom.
“Karena daging kita ini...uenak tenan,” tukas Mama Kembung.
“Kok mama bisa tahu?” Kembung Junior keheranan.
Pertanyaan ini tetap jadi misteri karena tidak dijawab oleh Mama Kembung. Mama Kembung malah balik menghardik. “Jangan dimakan tuh steriofom, ntar kita gak punya rumah lagi!”

Kembung Junior pun menjauh hendak bermain dengan temannya Guri si gurita (hayah!), tapi ia melihat sesuatu mengambang di permukaan laut, ia pun jadi penasaran. Maka ia berenang mendekat. Tak dinyana ia ditangkap oleh nelayan, Kembung Junior lalu dilempar ke ember berisi rontokan es dan pingsan seketika. Begitu terbangun ia mendapati perutnya sudah dibedah, lalu dicampur garam dan bawang. Beberapa menit kemudian dia di goreng “sreeenng!” garing, baunya lezat kemana-mana.

Tak lama Kembung Junior tersaji di atas piringmu. Dan kamu mencuili Kembung Junior yang sudah tak berdaya. Dia masih bisa menatap kamu mengunyah bagian tubuhnya dengan nasi pulen hangat ditemani sambel terasi pedas.

Kembung Junior yang kini tinggal tulang dibuang ke bak sampah oleh yang punya warung, lalu dibuang ke laut oleh anaknya-yang-punya-warung.
balung belulang Kembung Jr.

Tulang Kembung Junior perlahan tenggelam dan  jatuh tepat di depan rumah steriofom Mama Kembung. Mama Kembung melihat sisa tulang Kembung Junior, tak percaya ini bisa terjadi. Matanya sembab, bibirnya bergetar...

“Demi Hiu Yang Agung..., sudah lama aku tidak makan!” Karena lapar ia mengkrikiti serpihan sisa daging di tulang Kembung Junior yang (barangkali) tanpa tahu kalau itu Si Kembung Junior. “Ah, rasanya enak tenan!”
Mama Kembung menikmati daging pemberian Hiu Agung
...

Pertanyaannya, di manakah Papa Kembung Senior berada kini? Kirim jawabanmu ke Mama Kembung via surat dalam botol kaca dan lempar ke laut terdekat. Tulis: “Teruntuk Mama Kembung.” Lalu berharaplah mereka berdua bisa bersua kembali demi meneruskan garis keturunan mereka yang terputus olehmu. Selamat menjawab!

(Restu Ismoyo Aji / Jino Jiwan)

0 komentar: