Rasa Manis Le Minerale

22.44.00 Jino Jiwan 5 Comments

Tampaknya baru kali ini ada iklan yang jujur mengatakan kejujuran. Le Minerale, air minum berbotol plastik buatan Tirta Fresindo Jaya yang baru saja keluar tahun 2015 benar-benar terasa “ada manis-manisnya” seperti apa kata iklannya. Begitulah air bersumber dari pegunungan: alami, kaya mineral, murni, segar, menyehatkan, kebiru-biruan, dan kaya ada manis-manis gimana gitu.

Waktu pertama kali aku melihatnya di sebuah supermarket, tak terkira betapa bahagia hati ini. Aku pun segera menggenggamnya lalu membayar di kasir. Maklumlah sejak melihat iklannya berseliweran di tv aku sudah meneguhkan niat untuk mencicipi air minum pegunungan yang kaya ada manis-manisnya ini.
Oh Yeah?
Detik-detik menegangkan dan penuh slow-mo terjadi padaku ketika membuka tutup botolnya lalu mengangkat botol demi agar mulut botolnya berjumpa mulutku. Sungguh amat sangat dramatis lagi eksotis-tis-tis! Saat meneguknya aku terkejut! Rasanya betulan manis-manis gitu. Luar biasa!!!

Aku pun langsung pulang untuk memberi kabar bagi seluruh penghuni rumah. Sembari menari aku bernyanyi riang layaknya iklan:

Kabar gembira untuk kita semua™, air gunung kini rasanya manis.” (Oh, aku tahu itu lagu untuk produk lain tapi yang terngiang-ngiang cuma itu...lanjut!)
“Dia hadir dan rawat lidah kita, penuh pesona..Le Minerale...!”

Karena belum ada orang rumah yang menyambut, aku mengulangi lagu itu dengan nada melengking.

Kabar gembira untuk kita semua™, air gunung kini rasanya manis, dia hadir dan rawat lidah kita, penuh pesona..Le Minerale...!”

Akhirnya Ayah, Bunda, Kakak, Adik mendekatiku mencoba menanyakan kewarasanku. Aku bilang aku baik-baik saja. Semua tingkah ini tercipta setelah aku meminum Le Minerale, air gunung yang rasanya manis. Aku menyodorkan sebotol untuk mereka. Ekspresi penasaran membuncah dari wajah. Mereka pun mencobanya secucup dua cucup bergantian. Si “Singo” kucingku tak urung juga ikut mencelup dua-tiga celup lidah.
Dan...

Raut datar mereka bikin aku terpana. Si Singo hanya melengos dan pergi untuk kencan dengan “Si Macan,” kucing tetangga.

Mereka bilang saya...monyet, eh bukan. Maksudku, mereka bilang rasanya tidak manis! (dengan tanda seru).

“Ah, masak sih?” sentakku. Aku pun mencobai lagi untuk kesekian kali.
Kini aku yang terpana. Kok bisa tadi rasanya manis dan sekarang tidak manis? Tiba-tiba situasi mencekam. Rasa air minum botolan kok bisa berubah secepat ini? Ada misteri apa ini gorengan? Aku pun terlibat dalam sebuah investigasi mendalam, tegas, tuntas, lugas, terarah, dan memberi garapan.

...
Setelah seminggu berlalu dalam rangka menyingkap misteri, aku menemukan jawaban yang kemudian berujung pada sejumlah kesimpulan berupa metode agar...iklan sesuai dengan kenyataan atau sebaliknya, kenyataan sesuai dengan iklan.
Berikut ini adalah metodenya:

Emutlah dua buah permen rasa apa saja, atau

Masukkan sesendok makan gula pasir ke mulut, atau

Ambil dua bongkah gula batu/gula kelapa, masukkan dalam mulutmu, atau

Taruh dua sendok makan sirup (asal bukan sirup obat batuk) dalam mulutmu, atau

Lumuri lidahmu dengan sesendok madu asli,


Kemudian sesegera mungkin tenggaklah Le Minerale sesudah menerapkan satu/semua dari cara-cara di atas, maka di jamin Insya Allah Haqkuull Yaqieenn rasanya akan manis. Soalnya itu yang terjadi padaku sebelum menenggak Le Minerale untuk pertama kali: aku lagi makan permen waktu itu. Itu sebab airnya berasa manis. Bahkan lebih manis dari bintang iklannya Le Minerale yang aku gak mau tahu siapa namanya. Yah, aku sih tidak bisa menyalahkan siapapun, akulah yang salah dan mengalah. Iklan mah tak pernah salah. Dan tak akan pernah salah. Gimana? Manis kan? Kalau belum terasa manis ya mungkin lidahmu itu!!

5 komentar:

utop mengatakan...

gelo siahhhh! wkwkwk

Unknown mengatakan...

Sarap :')

Bagus R mengatakan...

ehmm begini mbak

air mineral itu adalah air tawar yang ada di sekitar kita, AIR PDAM, AIR SUMUR, AIR PEGUNUNGAN, AIR PEGUNUNGAN yang sudah ada dalam botol bermerek apapun.

bukan manis seperti yang ada kandungan gulanya, seperti permen, madu, gula itu sendiri. juga bukan manis dilidah yang bekas mencicipi yang manis-manis.
coba mbak bandingkan air sumur/pam yang sudah dimasak tentunya, dengan air botolan merek apapun, pasti ada bedanya.

kandungan mineral dalam air lah yang membuat air "terasa manis" air dari pegunungan lebih banyak kandungan mineralnya daripada air pam.
kandungan mineral ini juga lah yang membuat air terasa segar, karena air murni/H2O murni itu benar-benar tidak ada rasanya malah terkesan "tidak enak"

masalahnya sampai saat ini hanya le minerale yang menuliskan kandungan mineralnya, vit atau aqua belum,,,

oh iya, pas mbak mencoba pertama kali, mbak merasakan manis itu merupakan sugesti otak mbak sendiri, kecuali beneran mbak telah mengkonsumsi gula sebelumnya.

Jino Jiwan mengatakan...

Wadaow, saya bukan mbak-mbak ya. Bagi saya tulisan di atas sangat bebas gender. Tapi ya gak apa-apa sih berhubung tulisan ini bergaya cerita, jadi memang ada imajinasi tertentu yang timbul dalam benak pembaca, dan yang menarik adalah ketika pembaca mengimajinasikan bahwa si narator adalah seorang cewek. Kenapa ya? Kucing-kah? Menyanyi dan menari-kah? Menarik ini.

Tatang the great mengatakan...

Cai kobokan sugan aya rasaan mah..wkwkkkwkwkw