Ini Yang diucapkan Pelayan Minimarket

21.37.00 Jino Jiwan 0 Comments

Pada suatu hari aku terpaksa harus membeli sesuatu di toserba paling putih bersih, paling benderang, toserba paling dekat rumah/kantor/kampus/sekolah, dan berdiri tiap 10 meter di mana-mana di pinggir jalan, toserba yang teradem tersejuk dan pelayannya amat sangat ramah karena mereka selalu tersenyum riang, toserba yang begitu kamu masuk ke dalamnya ada suara yang menyapa “selamat datang.” Yak, toserba itu berlabel: Indomaret/Alfamart/Circle-K/Ceria/Mina/atau Apapunnamanya-Mart.





Setelah berkeliling mendinginkan tubuh dan mendapat sesuatu yang aku butuhkan aku ‘menyeret’ kakiku menuju kasir. “Tiiit!” begitu bunyinya. Harga yang tertera membuatku serasa agak berat untuk membuka dompet. Tapi toh aku membayarnya juga. Karena memang butuh(?)..., tapi mungkin lebih karena gengsi kalau batal beli.
Detik berikutnya inilah yang dikatakan si Kasir.

Kasir/Pelayan: Maaf, yang 100 Rupiahnya boleh disumbangkan atas nama kami? Meskipun kami sadar uang 100 Rupiah ini sebetulnya adalah hak anda. Tapi bos besar kami yang sudah kaya itu terlalu malas untuk menyediakan uang receh yang sudah nyaris punah dan tak ada nilainya lagi. Yang mana itu melegitimasi kami untuk mencomotnya dari anda, apalah artinya uang 100 Rupiah bagi anda? Toh anda belanja sesuatu yang cukup mahal itu. Lagi pula dengan mengumpulkan 100 Rupiah dan lalu menyumbangkannya kami sudah menunjukkan betapa kami sangat peduli kepada sesama. Ini toh merupakan bagian dari CSR kami. Tahu CSR kan? Kami punya CSR! Dan itu amatlah sangat mulia! Siapa yang tahu atau siapa yang peduli apakah uang sumbangan ini benar-benar disampaikan pada yang kata kami akan disumbangkan? Hanya 100 Rupiah gitu loh!(*)

Aku pun mengangguk tanpa berkata apa. Keluar dari toserba itu tiba-tiba ada suara lagi, suara yang tidak asing lagi, “selamat datang.” Kurasa itu artinya semua pembeli akan terus-menerus masuk kembali ke dalam suatu saat nanti dan terus membeli dan terus menyumbang sekian Rupiah.

* yang terketik miring adalah kata-kata yang tidak terucap.

(Jino Jiwan)

0 komentar: