DEFINISI PNS

PNS
Singkatan dari Pegawai Negeri Sialan. Adalah sekumpulan orang berseragam coklat kaku yang kian bikin wajah-wajah mereka kelihatan uzur. Mereka dibayar dengan gaji yang menggiurkan untuk berleha-leha dan tidak melakukan apapun. Diyakini karena masa depan cerah inilah 200 juta orang dari 240 juta menjadikan PNS sebagai tujuan akhir hidup mereka.

Pak PNS dengan seragamnya yang berada di antara pramuka dan polisi.
Untuk suatu hal wajahnya diburamkan pake Photoshop.
Yang diharapkan PNS
  • Askes
  • Gaji tetap + 'bonus'
  • Naik golongan dengan cepat
  • Fasilitas yang bisa dibawa pulang
  • Libur lebih lama
  • Bisa tahu jadwal Sidak
  • Bisa pulang cepat
Yang dilakukan PNS
  • Tidak ada! Kecuali;
  • Berangkat telat setengah sampai satu jam
  • Dari pagi sampai siang baca koran sambil ngopi/ngeteh
  • Udat udut alias Pas Pus
  • Main Solitaire atau catur
  • Ngobrol
  • Ngegosip
  • Ketawa-tiwi
  • Ngecengin rekan kantor
  • Fesbukan
  • Fesbukan
  • Fesbukan
  • Mainan hape
  • Co-Pas tugas
  • Co-Pas administrasi
  • Co-Pas tugas
  • Co-Pas administrasi
  • Bengong
  • Makan siang
  • Tidur pas rapat
  • Mbolos
  • Main ke mall
  • Makan di warteg
  • Kepergok kru tivi lalu kabur sambil nutup wajah
  • Fesbukan lagi
  • Hapenan lagi
  • Ngerumpi
  • Makan sore
  • Ngemil
  • Pulang satu jam sebelum waktunya
  • Dan…
Tersinggung berat setelah baca ini.
Ini bukan tentara apalagi Tommy Vercetti
oleh JinoJiwan untuk Bebas Ngetik

DEFINISI PELAYAN


Adalah sosok berseragam putih bercelana hitam bahan kain. Kadang-kadang mereka memakai dasi kupu-kupu yang cupu dipadu dengan rompi warna hitam juga sarung tangan putih. Mereka akan menjawab “Ya Tuan”, kalau kamu memanggil mereka dengan lambaian tangan, tentunya dengan syarat kamu memberi mereka uang tip. Biasanya mereka membawa selembar serbet putih di lengan kiri. Kadang-kadang dagu mereka terangkat dan mata mereka merem (tapi ini khusus di dalam komik).

Untuk bisa menjadi pelayan seseorang harus mempunyai kaki yang kuat, karena mereka akan sering berdiri dan tangan yang kuat karena mereka akan sering membawa baki di atas tangannya. Mereka juga harus punya kesabaran setebal kasur dan tidak pendendam biar bisa tetap menyungging senyum palsu tak peduli betapa mereka sebal liat mukamu dan jika mungkin sangat ingin menaruh racun tikus di makanan pesananmu.

Tugas Pelayan
  • -          Tersenyum
  • -          Mengangguk
  • -          Membungkuk
  • -          Menunduk
  • -          Merunduk
  • -          Mengantar tamu ke meja dan kursi kosong.
  • -          Mempersilakan tamu duduk. Beberapa bahkan menggeserkan kursi agar kamu bisa duduk dengan mudah.
  • -          Tersenyum lagi.
  • -          Menawarkan buku menu.
  • -          Bertanya mau pesan apa.
  • -          Menunggu saat kamu bingung mau pesen apa (padahal kamu pusing karena harganya tidak dijangkau oleh dompetmu).
  • -          Menawarkan makanan paling murah (karena kasihan liat kamu bingung didepan pacarmu).
  • -          Mencatat pesananmu (sambil tersenyum).
  • -          Sewaktu mereka ke dapur menyerahkan pesananmu pada koki. Mereka akan memakimu atas kepapa-anmu. Atau minimal mengejek ketipisan dompetmu.
  • -          Membawa hidangan pesananmu dengan tegap, senyum lagi.
  • -          Memasang serbet di pangkuanmu.
  • -          Membiarkanmu terbengong-bengong dengan wujud makanan pesananmu (yang ternyata lebih kecil dari di buku menu).
  • -          Meninggalkanmu yang masih terbengong-bengong.
  • -          Mendatangimu saat kamu selesai, menyerahkan bon padamu, dan memegangimu supaya tidak jatuh tersungkur saat kamu pingsan sewaktu membacanya.
  • -          Mungkin ikut mengintimidasimu kalau kamu tidak sanggup bayar.

Perhatian, pelayan yang dibahas disini khusus untuk restoran mahal. Rumah makan, apalagi warung tegal di dekat kosmu pasti tidak akan pernah menyediakan pelayanan untuk selamanya. Bahkan jika pun ada warung makan yang menyediakan jasa pelayan. Mereka tidak sudi melakukan tugas pelayan restoran mahal untukmu.

oleh JinoJiwan untuk Bebas Ngetik

Islamnya Satu, Hari Rayanya...


Dari dulu begini terus, begini terus dari dulu. Rukyah hilal rukyah hilal yang tidak pernah bisa jadi satu menemui titik temu. Lucunya yang namanya islam itu hanya satu. Tapi jika ditanya kapan hari rayanya? Nah, ini sih tergantung. Tergantung kamu pengikut ormas yang mana.

Aku sendiri bukan orang yang mengerti bin paham dengan perhitungan apalagi pergerakan bulan, bulan-bulan qomariyah, rukyatul, dan hilal, atau sekian derajat di atas di bawah cakrawala bla bla bla. Sebagai muslim seharusnya aku butuh untuk memahaminya. Hanya saja aku percayakan sepenuhnya pada bapak-bapak ahli agama, fiqih, dan astronomi yang tadi bertempur argumen dalam sebuah majelis resmi membawa-bawa hadith ini hadith itu masing-masing tidak akan serampangan dalam menentukan perkara penting selevel Idul Fitri. Masalah ini jelas serius dan amat krusial karena berkaitan dengan sah tidaknya ibadah puasa. Kalau masih berpuasa di saat semestinya telah masuk 1 Syawal, bisa kena dosa. Sebaliknya kalau tidak berpuasa di waktu yang seharusnya masih Romadon juga sama ketimpa dosa. Sesuatu yang wajib dipertanggung jawabkan nanti di akhirat. 

Yang paling diributkan sepanjang sidang malam itu berputar pada masalah pengamatan bulan dari sejumlah titik di atas bumi. Dan tepat ketika keputusan pemerintah dijatuhkan, sayup takbiran di masjid-masjid mendadak senyap. Meski letusan mercon dan berbagai jenis kembang api terus membahana. 

Bulan cuma satu buah kok diributkan? Yang kumaksud adalah satelit alami bumi bernama bulan (moon). Itu baru satu buah satelit alami yang dijadikan patokan. Bagaimana seandainya bila planet bumi tempat kita bernaung punya lebih dari satu bulan, seperti planet Jupiter atau Saturnus? Memang pada kenyataannya tidak sih, tapi kan tidak ada salahnya berandai-andai. Coba tuh bulan mana yang akan digunakan patokan untuk melihat hilal? Bagaimana jika bulan bumi suatu hari ditabrak asteroid sampai hancur? Atau katakanlah sejak dulu bumi tidak punya bulan. Andai itu semua terlampau ekstrim. Bagaimana jika suatu hari kita semua terpaksa pergi meninggalkan bumi, tinggal di ruang angkasa, hidup di planet lain? Apa perlu kita kembali ke permukaan bumi demi membuktikan hilal bulan telah kasat mata? Hei, tadi itu hanya berandai-andai loh. Tanpa ada maksud menunjukkan keunggulan salah satu metode penentuan pergantian bulan (month).

Tapi setelah kupikir-pikir, ada juga hikmahnya. Hari raya Idul Fitri tahun ini bakal menjadi lebih semarak. Kenapa? Karena ada dua hari berturut-turut. Bahkan kalau sedang punya turah waktu. Sholat Ied pun bisa dilakukan dua kali, sholat versi pertama dan versi kedua. Hanya saja pertanyaan besar masih perlu dijawab. Jika islam hanya ada satu, kenapa hari rayanya bisa ada dua?
Jino Jiwan untuk bebasngetik 29 Ags 11